Wednesday, June 12, 2013

Makan

Makan adalah kegiatan ritual harian dilakukansejak lahir sampai meninggal. Mulai dari disuap, makan sendiri dan bisa kadi kembali disuap. Segala makanan sudah masuk ke dalam badan kita, air susu ibu, susu, makanan lembut, air, karbohidrat, buah, sayur, lauk pauk dan lain sebagainya.

Makan bisa menjadi gaya hidup, jenis makanan, cara makan, tempat makan, teman waktu makan, dan lain sebagainya bisa menjadikan kita bangga untuk mempublikasikannya. Sebaliknya makan bisa jadi siksaan buat yamg tidak bisa menikmati atau punya penyakit.

Makanan adalah sumber energi untuk menggerakan otot dan bahan bakar untuk berfikir, ampasnya dibuang secara regular dalam bentuk cairan dan ampas padat. Ritual seumur hidup ini siapapun juga mau tidak mau harus menjalankannya.

Sebaiknya ritual makan lebih enjoy alias menyenangkan, jangan sampai menyiksa. Mari kita rubah pola pikir soal makan dari rutinitas menjadi hal yang menyenangkan apapun juga bentuknya.

Salam.

Enjoy dengan Kemacetan

Kemacetan merupakan makanan sehari-hari warga jabodetabek, bahkan sudah merambah ke daerah. Seringkali kemacetan sukar dihindarkan, bahkan pergantian pemerintah biasanya m3ngurangi kemacetan bukan menghilangkan.

Akhirnya kemavetan bukan untuk ditakuti tetapi dihadapi. Kemacetan jika dikeluhkan dan digerutui menjadi hidup tak nyaman. Solusi selaon membantu supaya kemacetan bisa di atasi jalan yang lain adalah enjoy dengan kemacetan.

Enjoy bisa dilakukan dengan mendengarkan musik, sambil bekerja, sambil ngobrol, tidur, berdoa, merencanakan sesuatu, bertelepon ria, bersocial media via gadget dan kegiatan lainnya.

Pokoknya macet suatu hal yang kontra produktif menjadi produktif, memang ada waktu terbuang, bahan bakar terbuang dll, namun waktu tersebut bisa eiisidengan hal produktif.

Rubah pola pikir kita menjadi hal positif.

Salam.